Minggu, 20 November 2011

(S.O.P) PROSEDUR TINDAKAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH SISTEM RESPIRATORI



PENGERTIAN
Oksigen merupakan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan untuk kehidupan. Oksigen adalah suatu zat yang bersifat; tidak berbau, tidak berasa, tidak terlihat, dan tidak berwarna, serta mempunyai berat jenis yang lebih rendah dibandingkan dengan komponen udara yang lain.

TUJUAN PEMBERIAN TERAPI OKSIGEN
Untuk mempertahankan kadar oksigen yang adekuat didalam darah arteri pada kondisi paru dan jantung yang bermasalah serta untuk peningkatan fungsi metabolik.

PERHATIAN
Oksigen merupakan suatu terapi, dalam pemberiannya harus memperhatikan kriteria khusus :
1.   Dosis yang tepat sesuai program medik.
2.   Metode pemberian disesuaikan dengan jumlah oksigen yang dibutuhkan.
3.   Efek terapi oksigen pada klien sesuai dengan durasi dan frekuensi pemakaian.
4.   Keadekuatan/kelancaran jalan nafas.
5.   Melakukan oral hygiene setiap 3 – 4 jam.
6.   Mencegah infeksi.
7.   Batasi aktivitas klien.
8.   Monitor hasil analisa gas darah.
9.   Cegah bahaya kebakaran dengan memasang papan yang bertuliskan ”Dilarang Merokok”.
10.   Pemberian oksigen dilakukan :
a.   Atas pesanan dokter.
b.   Tindakan perawat pada keadaan : darurat, konsentrasi tidak lebih dari 1 – 2 L/menit.
JENIS PEMBERIAN OKSIGEN
JENIS
KEUNTUNGAN
KERUGIAN
KANUL NASAL
§ Aliran 1 – 6 liter.
§ Konsentrasi 23 – 44%.

§ Klien dapat bebas bergerak, makan dan berbicara.
§ Sederhana, aman dan mudah ditolerir oleh klien.
§ Efektif untuk konsentrasi rendah.
§ Alat murah dan disposible.
§ Dapat diberika dalam jangka waktu yang lama.

§ Tidak dapat digunakan pada obstruksi hidung.
§ Menyebabkan kering pada membran mukosa hidung.
§ Mudah dilepaskan oleh klien.
§ Dapat menyebabkan iritasi kulit hidung dan belakang telinga (tempat tali kanul).
KATETER NASAL
§ Aliran : 1 – 6 liter.
§ Konsentrasi 23 – 44%.
§ Jarang digunakan dibandingkan dengan Kanul Nasal.

§ Klien bebas bergerak, makan dan berbicara.
§ Mudah digunakan.
§ Efektif untuk pemberian terapi oksigen dengan kadar rendah.

§ Teknik memasukkan kateter lebih sulit dari pada kanul nasal.
§ Kateter mudah tersumbat oleh sekret.
§ Dapat terjadi distensi lambung dan iritasi pada selaput lendir nasofaring.


JENIS
KEUNTUNGAN
KERUGIAN
SIMPLE FACE MASK
§ Aliran : 6 – 8 liter / menit.
§ Konsentrasi 40 – 60%.


§ Oksigen yang dapat diperolleh klien lebih tinggi dari pada kateter nasal.
§ Efektif untuk pernafasan mulut dan obstruksi hidung.
§ Tidak dipengaruhi oleh udara luar.

§ Dapat menyebabkan iritasi pada kulit sekitar masker.
§ Lembab.
§ Klien tidak dapat makan, minum, batuk, dan berbicara dengan bebas.
PARTIALREBREATHER MASK
§ Aliran : 8 – 12 liter / menit.
§ Konsentrasi 60 – 80%.

NON REBREATHER MASK
§ Aliran : 12 – 15 liter / menit.
§ Konsentrasi 80 – 100%.

§ Memberikan oksigen konsentrasi tinggi.
§ Tidak menyebabkan membran mukosa kering.


§ Kantung penampung dapat menyebabkan obstruksi aliran oksigen.
§ Kantung penampung dapat kolaps.
§ Klien tidak dapat makan, minum, batuk, dan berbicara dengan bebas.
§ Dapat menyebabkan iritasi pada kulit sekitar masker.

PROSEDUR

NO

TINDAKAN

BOBOT

NILAI
BOBOT
X
NILAI

KETERANGAN
I
PENGKAJIAN






2



1.  Mengkaji program/instruksi medik.
2.  Mengkaji pola nafas klien : kecepatan, kedalaman, dan ritme.
3.  Mengkaji warna kulit (pucat, sianosis) dan membran mukosa.
4.  Memonitor hasil AGD dan saturasi oksigen.
5.  Mengobservasi bunyi nafas : wheezing, rales.
6.  Mengkaji kondisi kulit area belakang telinga, pipi, atau tempat lain, dimana terjadi kontak alat terapi oksigen dengan kulit.


II
INTERVENSI







3



A.  Persiapan Alat :
1.   Tabung oksigen lengkap dengan flow meter, humidifier, dan papan dengan tulisan ”Dilarang Merokok”.
2.   Kateter nasal / kanule / masker oksigen sesuai ukuran klien.
3.   Alat tulis.
4.   Vaseline / jelly steril.
5.   Stetoskop.
6.   Cairan aquades steril.
B.  Persiapan Klien :
1.   Menjelaskan tujuan prosedur pemberian terapi oksigen yang akan dilakukan (bila klien sadar).








III
IMPLEMENTASI















3



1.   Mencuci tangan.
2.   Mengontrol flow meter dan humidifier.
3.   Mengontrol apakah semua peralatan berfungsi dengan baik.
4.   Mengikuti instruksi yang tertulis pada alat tersebut.
5.   Mencuci tangan.
6.   Pemberian oksigen melalui Kanule Nasal :
a.   Memasang kanule secara tepat pada lubang hidung.
b.   Mengeratkan tali fiksasi dibelakang telinga dan dagu.
c.   Mengalirkan oksigen sesuai instruksi.
d.   Mengecek lubang hidung setiap 8 jam (kalau perlu beri jelly / vaseline).
7.   Pemberian oksigen melalui Kateter Nasal :
a.   Mengukur jarak dari lubang hidung – telinga dan diberi tanda.
b.   Melumasi kateter dengan jelly / vaseline.
c.   Memasukkan kateter kedalam hidung sampai batas yang sudah diberi tanda.
d.   Mengalirkan oksigen sesuai instruksi.
e.   Memindahkan kateter kelubang hidung lain setiap 8 jam.
8.   Pemberian oksigen melalui Masker :
a.   Memasang masker pada wajah klien, pastikan masker terpasang dengan tepat.
b.   Mengalirkan oksigen sesuai instruksi.
c.   Mengkaji kulit sekitar area pemasangan masker.
d.   Pada klien yang menggunakan rebreather mask, pastikan kantung penanmpung (reservoir) berfungsi (berisi udara) dan tidak terlipat.
9.   Mengatur posisi klien dengan posisi semi fowler / fowler.
10.  Mengontrol volume pemberian terapi oksigen.
Mencuci tangan.

IV
EVALUASI



1



1.   Mengevaluasi respon klien sebelum, selama dan setelah pelaksanaan prosedur pemberian terapi oksigen.
2.   Mengevaluasi status respirasi klien selama dan sesudah pemberian terapi oksigen (kecepatan, kedalaman, ritme, dan auskultasi suara nafas).
3.   Memonitor hasil pemeriksaan AGD dan saturasi oksigen.


V
DOKUMENTASI




1



1.   Mencatat jumlah (liter / menit) oksigen yang diberikan, tanggal dan waktu pemberian oksigen.
2.   Mencatat jenis alat yang digunakan untuk mengalirkan terapi oksigen.
3.   Mencatat tanda-tanda vital, warna kulit dan suara nafas.
Mencatat respon klien sebelum, selama dan sesudah tindakan prosedur pemberian terapi oksigen.






VI
SIKAP







1.   Sistematis.
2.   Hati-hati.
3.   Berkomunikasi.
4.   Mandiri.
5.   Teliti.
6.   Tanggap terhadap respon klien.
7.   Rapih.
8.   Menjaga privacy.
Sopan.


TOTAL

10



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar