Minggu, 20 November 2011

(S.O.P) MEMBANTU DALAM PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK ARTERIOGRAM SISTEM PERNAFASAN


PENGERTIAN
Arteriogram adalah pemeriksaan diagnostik yang menggunakan media kontras dengan tujuan untuk melihat gambaran abnormal atau obstruksi pada pembuluh darah tertentu.
TUJUAN PEMERIKSAAN
1.   Untuk menilai kondisi pembuluh darah-pembuluh darah pada sistem pernafasan/paru.
2.   Untuk mendeteksi adanya tumor, aneurisma, obstruksi, hematoma, atau abses.
TUJUAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Klien memahami prosedur, mengontrol ansietas klien, klien dapat menjalani prosedur tanpa efek yang tidak diinginkan; klien tidak mengalami reaksi alergi.
KONTRAINDIKASI
1.   Klien dengan terapi antikoagulan.
2.   Klien yang baru mengalami emboli atau thrombosis.
3.   Klien dengan sakit liver berat, thyroid ataupun penyakit ginjal.
4.   Klien alergi terhadap zat kontras.


NO

TINDAKAN

BOBOT

NILAI
BOBOT
X
NILAI

KETERANGAN
I
PENGKAJIAN



2



1.   Mengkaji program/instruksi medik.
2.   Mengkaji tingkat pengetahuan klien tentang prosedur pemeriksaan.
3.   Mengkaji riwayat klien dan adanya kondisi-kondisi kontraindikasi dari pemeriksaan.
II
INTERVENSI









3



A.   Persiapan Alat :
1.   Surat ijin tindakan (informed concent).
2.   Gaun klien.
3.   Status rekam medik klien.
4.   Tanda pengenal alergi (bila klien alergi).

B.  Persiapan Klien :
1.   Menjelaskan prosedur dan tujuan dilakukannya arteriogram.
2.   Meminta klien untuk menandatangani informed concent.
3.   Menganjurkan klien puasa sesuai instruksi.
4.   Memberikan medikasi sebelum prosedur sesuai instruksi (bila ada).
5.   Mencukur daerah punksi (bila perlu).
6.   Mengobservasi tanda-tanda vital sebelum tindakan.
7.   Menjaga kebutuhan privacy klien.






III
IMPLEMENTASI













3



1.   Menjelaskan tujuan dan detail prosedur kepada klien :
a.   Tempat punksi akan di scrub (dibersihkan dengan desinfektan), dan diberikan anestesi lokal.
b.   Media kontras akan disuntikkan untuk melihat abnormalitas atau obstruksi pada pembuluh darah tertentu.
c.   Klien mungkin akan diinstruksikan untuk menahan nafas ketika di rontgen.
d.   Keseluruhan prosedur memerlukan waktu ± 1 jam.
2.   Mengidentifikasi adanya riwayat alergi terhada iodine, atau media kontras.
3.   Mendapatkan surat izin tindakan.
4.   Mencukur dan membersihkan area punksi jika dipesankan.
5.   Menganjurkan klien puasa jika diinstruksikan.
6.   Mengukur tanda-tanda vital.
7.   Memberikan medikasi preposedur jika dipesankan. Dan mengirim klien ke bagian pemeriksaan.
8.   Memantau tanda-tanda vital pascaprosedur yang mencakup nadi, dan letak punksi.
9.   Mengamati adanya gejala-gejala reaksi alergi lambat terhadap zat kontras, seperti mual, muntah, takikardi, dan berkeringat.
10.   Memberitahukan kepada dokter segera jika tampak gejala-gejala yang tidak lazim.
11.   Menginstruksikan kepada klien untuk tidak melakukan gerakan fleksi  pada ekstremitas tempat dilalkukannya punksi.
12.   Mempertahankan tirah baring dengan kepala sedikit ditinggikan (periksa kebijakan setempat untuk lamanya tirah baring setelah prosedur ini). Melakukan tindakan yang memberikan kenyamanan bagi klien.

IV
EVALUASI



1



1.   Mengevaluasi respon serta toleransi klien sebelum, selama,  dan sesudah prosedur.
2.   Mengevaluasi adanya reaksi alergi dan laporkan segera bila ada.
3.   Mengobservasi tanda-tanda vital pasca prosedur secara periodik.

V
DOKUMENTASI



1



1.   Mencatat persiapan klien yang dilakukan, mencakup : penjelasan tentang tujuan dan detail prosedur, puasa, medikasi preprosedur, dan pengkajian terhadap aler.
2.   Mencatat tanggal dan waktu pelaksanaan prosedur.
3.   Mencatat respon serta toleransi klien sebelum, selama, dan sesudah prosedur.










VI
SIKAP




1.  Sistematis.
2.  Hati-hati.
3.  Berkomunikasi.
4.  Mandiri.
5.  Teliti.
6.  Tanggap terhadap respon klien.
7.  Rapih.
8.  Menjaga privacy.
9.  Sopan.
TOTAL
10



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar