Minggu, 20 November 2011

(S.O.P) PENGAMBILAN DARAH UNTUK PEMERIKSAAN AGD


PENGERTIAN
Pengambilan darah arteri (radialis, brachilis, atau femoralis) untuk bahan pemeriksaan analisa gas darah.

TUJUAN
1.   Untuk menilai status oksigenasi klien.
2.   Untuk menilai kesimbangan asam – basa.
3.   Untuk menilai efektifitas terapi oksigen atau penggunaan ventilator.

KARAKTERISTIK NILAI ABNORMAL
pH
PCO2
HCO3-
KOMPENSASI
HASIL AGD
< 7.35
> 45
N
Renal (↑ HCO3-)
Asidosis Respiratorik
> 7.45
< 35
N
Renal (↓ HCO3-)
Alkalosis Respiratorik
< 7.35
N
< 22
Respiratory (↓ CO2)
Asidosis Metabolik
Normal
N
> 26
Respiratory (↑ CO2)
Alkalosis Metabolik

KONDISI YANG MENIMBULKAN ASIDOSIS DAN ALKALOSIS
ASIDOSIS
ALKALOSIS
§ Hypoventilasi.
§ COPD.
§ Cardiac Arrest.
§ Overdosis Narkotik dan Barbiturat.
§ Diabetes Ketoasidosis.
§ Diare berat.
§ Gagal ginjal.
§ Hyperventilasi.
§ Hypokalemia.
§ Emboli Pulmonal.
§ Menggunakan mesin ventilator, NGT.
§ Muntah-muntah dalam waktu lama.

NO

TINDAKAN

BOBOT

NILAI
BOBOT
X
NILAI

KETERANGAN
I
PENGKAJIAN











2



1.   Mengkaji program/instruksi medik.
2.   Mengkaji tingkat pengetahuan klien tentang prosedur pemeriksaan.
3.   Mengkaji keadaan thoraks dan fungsi paru-paru.
4.   Mengkaji kriteria untuk tempat pengambilan sampel :
a. Terjaminnya aliran darah (collateral blood flow).
b. Pembuluh darah yang mudah diambil.
c. Jaringan sekitar arteri.
d. Arteri-arteri disekitar jaringan yang relatif tidak sensitif nyeri.
e.  Arteri-arteri yang secara tidak langsung berbatasan dengan vena.
f.  Letak-letak pengambilan sampel : arteri femoral, arteri brakial, atau arteri femoral.
5.   Mengkaji sirkulasi kolateral untuk arteri radial dengan melakukan Allen’s Test :
a.   Anjurkan klien untuk mengepal tangan yang kuat.
b.   Lakukan penekanan langsung pada kedua arteri radial dan ulnaris.
c.   Anjurkan klien membuka kepalan tangannya.
d.   Lepaskan tekanan diatas arteri ulnaris dan observasi warna jari, jempol, dan tangan (lihat gambar).
Text Box:
 














II
INTERVENSI









3



A.  Persiapan Alat :
1.   Spuit 2 ml, Jarum No. 23 atau No. 25 dan penutup jarum khusus/gabus.
2.   Kapas alkohol.
3.   Kasa steril.
4.   Nierbeken/bengkok.
5.   Plester, dan gunting.
6.   Heparin.
7.   Wadah yang berisi es.
8.   Handscoen bersih.
9.   Formulir laboratorium.
B.  Persiapan Klien :
1.   Menjelaskan langkah-langkah dan tujuan prosedur.
2.   Mencukur daerah punksi (bila perlu).
3.   Mengobservasi tanda-tanda vital sebelum tindakan.
4.   Menjaga kebutuhan privacy klien.

III
IMPLEMENTASI










3



1.   Mencuci tangan.
2.   Memakai hanscoen bersih.
3.   Mengaspirasi Heparin kedalam spuit sampai membasahi seluruh spuit, lalu dengan posisi tegak lurus semprotkan/buang seluruh Heparin.
4.   Meraba arteri radialis, brakhialis, atau femoralis yang menjadi area penyuntikan.
5.   Melakukan test Allen.

Pada Klien Sadar :
a.   Menekan arteri radialis dan ulnaris pada pergelangan tangan secara bersama-sama.
b.   Menginstruksikan klien untuk mengepal dan membuka kepalan berkali-kali sampai tangan menjadi pucat.
c.   Melepaskan tekanan pada arteri ulnaris (sambil menekan arteri radialis) dan perhatikan warna kulit kembali normal.

Pada Tidak Klien Sadar :
a.   Menekan arteri radialis dan ulnaris pada pergelangan tangan secara bersama-sama.
b.   Meninggikan tangan klien melewati batas jantung dan kepalkan tangan klien sampai telapak tangan menjadi pucat.
c.   Menurunkan tangan klien sambil menekan arteri radialis (tekanan pada arteri ulnaris dilepaskan) dan perhatikan warna kulit menjadi kembali normal.
6.   Meraba kembali arteri radialis dan palpasi pulsasi yang paling keras dengan menggunakan jari tangan dan telunjuk.
7.   Mendesinfeksi kulit.
8.   Menyuntikkan jarum ke arteri radialis dengan sudut 45 – 60°. Bila jarum masuk kedalam arteri, darah akan keluar tanpa spuit dihisap dan warna darah yang keluar merah terang.
9.   Setelah darah terhisap (kira-kira 2 ml) tarik spuit dan tekan bekas tusukan arteri 5 – 10 menit. Bila klien mendapat heparin, tekan selama 15 menit lalu tekan dengan balutan tekan.
10.   Menusukkan jarum spuit pada gabus atau karet.
11.   Meletakkan spuit pada wadah berisi es atau segera kirimkan ke laboratorium bersama formulir pemeriksaan.
12.   Merapihkan klien dan membereskan alat-lat.
13.   Melapaskan handscoen dan mencuci tangan.
IV
EVALUASI




1



1.   Mengevaluasi respon serta toleransi klien sebelum, selama,  dan sesudah prosedur.
2.   Mengobservasi set ventilator atau terapi oksigen yang sedang diberikan saat darah arteri diambil.
3.   Mengobservasi nadi (sebelah distal tempat pengambilan darah, mengobservasi tempat penyuntikan dan mengkaji apakah tangan teraba dingin, ada tidaknya keluhan kebas, tidak berasa, atau perubahan warna.
V
DOKUMENTASI






1



1.   Mencatat tanggal dan waktu pelaksanaan prosedur.
2.   Mencatat respon serta toleransi klien sebelum, selama,  dan sesudah prosedur.
3.   Mencatat set ventilator atau terapi oksigen yang sedang diberikan saat darah arteri diambil.
4.   Mencatat pemeriksaan nadi (sebelah distal tempat pengambilan darah, mengobservasi tempat penyuntikan dan mengkaji apakah tangan teraba dingin, ada tidaknya keluhan kebas, tidak berasa, atau perubahan warna.
VI
SIKAP




1.   Sistematis.
2.  Hati-hati.
3.  Berkomunikasi.
4.  Mandiri.
5.  Teliti.
6.  Tanggap terhadap respon klien.
7.  Rapih.
8.  Menjaga privacy.
9.  Sopan.
TOTAL
10



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar