Minggu, 20 November 2011

(S.O.P) MELAKUKAN TES MANTOUX / PPD TEST (TES KULIT TUBERKULIN)


PENGERTIAN
Tes Mantoux adalah pemeriksaan diagnostik dengan menyuntikkan PPD secara intra dermal/intra cutan untuk mengetahui adanya pemajanan terhadap M. tuberculosis.
Tes Mantoux positif  menandakan infeksi basil tuberkel masa lalu atau saat ini dan mengindikasikan perlunya pemeriksaan lebih lanjut sebelum menegakkan diagnosa TBC.
Reaksi positif  terjadi bila terdapat indurasi 10 mm atau lebih, reaksi meragukan bila indurasi 5 – 9 mm, dan reaksi negative bila indurasi kuran dari 5 mm.

TUJUAN
1.   Mendeteksi / mengidentifikasi adanya infeksi Tuberculosis.
2.   Membantu dalam menegakkan diagnosa Tuberculosis.


NO

TINDAKAN

BOBOT

NILAI
BOBOT
X
NILAI

KETERANGAN
I
PENGKAJIAN



2



1.   Mengkaji apakah klien pernah menjalani tes kulit tuberculin posistif, atau pernah mendapat vaksinasi BCG.
2.   Mengkaji apakah klien mendapat vaksinasi atau penyakit virus dalam waktu 4 minggu terakhir.
3.   Mengkaji program/instruksi medik.

II
INTERVENSI






3



A.   Persiapan Alat :
1.   Spuit tuberculin dengan jarum No. 25 G atau yang lebih kecil.
2.   PPD (Purified Protein Derivative).
3.   Kapas alcohol 70% (alcohol swab).
4.   Handscoen bersih.
5.   Alat tulis : spidol atau pulpen.
B.  Persiapan Klien :
1.   Menjelaskan prosedur dan tujuan dilakukannya tes Mantoux.
2.   Menjaga privacy klien.
3.   Membebaskan lokasi injeksi.

III
IMPLEMENTASI





3



1.   Mencuci tangan.
2.   Memakai handscoen.
3.   Memilih area yangb akan dilakukan penyuntikan : 1/3 lengan bawah bagian atas / tengah (3 – 4 jari dibawah antekubiti atau 5 jari diatas pergelangan tangan).
4.   Mengambil tuberculin PPD dan hisap kedalam spuit sebanya 0,1 cc.
5.   Mengatur posisi yang nyaman dengan lengan diregangkan dan disanggah pada permukaan yang datar.
6.   Memebersihkan kulit (bagian dalam lengan) dengan kapas alkohol, dimulai dari tengah dengan gerakan melingkar kearah luar sirkular ± 5 cm. Biarkan sampai kering.
7.   Meregangkan kulit, dekatkan spuit injeksi tuberkulin ke arah kulit dan suntikkan dengan hati-hati dengan sudut 5 – 15 ° (teknik injeksi intra cutan). Masukkan jarum ke epidermis sampai dengan ± 3mm dibawah permukaan kulit. Ujung jarum dapat dilihat melalui permukaan kulit.
8.   Memasukkan obat 0,1 cc secara perlahan sehingga membentuk gelembung berwarna terang sperti gigitan nyamuk dengan diameter ± 6 – 10 mm dan akan menghilang secara bertahap. Tidak perlu diaspirasi, karenada dermis relatif avaskuler.
9.   Mencabut jarum sambil memberi kapas alkohol pada area penyuntikan. Jangan melakukan masase pada area penyuntikan.
10.   Memberi tanda pada lokasi penyuntikan.
11.   Memperhatikan waktu penyuntikan.
12.   Merapihkan klien dan merapihkan alat-alat.
13.   Membuka handscoen dan mencuci tangan.

IV
EVALUASI


1



1.   Mengevaluasi respon serta toleransi klien selama dan sesudah prosedur.
2.   Membaca hasil tes 48 – 72 jam setelah penyuntikan dilalukan.

V
DOKUMENTASI



1



1.   Mencatat nama klien, tanggal pelaksanaan prosedur, tanggal membaca hasil, hasil, lokasi dan jam.
2.   Mencatat segmen dada yang difisioterapi.
3.   Mencatat respon serta toleransi klien selama dan sesudah prosedur

VI
SIKAP




1.  Sistematis.
2.  Hati-hati.
3.  Berkomunikasi.
4.  Mandiri.
5.  Teliti.
6.  Tanggap terhadap respon klien.
7.  Rapih.
8.  Menjaga privacy.
9.  Sopan.
TOTAL
10





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar