Minggu, 20 November 2011

(S.O.P) PEMERIKSAAN GULA DARAH NPP


PENGERTIAN
NPP (Nuchter Post Prandial)
Adalah serangkaian tindakan untuk proses pemeriksaan gula darah klien dalam keadaan puasa dan 2 jam sesudah makan. Kadar gula darah ini memberikan gambaran tentang kemampuan fungsi metabolism tubuh.
Kadar glukosa tidak stabil, bervariasi sesudah makan, maka kadar gula darah puasa dibutuhkan. Banyak faktor mempengaruhi kadar gula darah, tetapi pemeriksaan kadar gula darah paling sering digunakan untuk mendiagnosa dan manajeman klien dengan diabetes mellitus.
Gula Darah Puasa
Sekali kadar gula darah puasa meningkat, tidak dipertimbangkan untuk diagnosa, tetapi harus diulang. Bila kedua kali kadar gula darah puasa meningkat (> 126 mg/dL), ini menunjang diagnosa diabetes mellitus.
Gula Darah 2 Jam PP
Pemasukan makanan meningkatkan kadar gula darah, yang dapat menstimulasi pelepasan insulin. Kadar insulin memuncak paling sedikit 1 jam sesudah makan dan akan normal kembali dalam 1,5 – 2 jam sesudah makan. Dapat sedikit memanjang pada individu yang lebih tua.
Pemeriksaan gula darah 2 jam sesudah makan mengevaluasi apakah respon insulin terhadap pemasukan karbohidrat masih adekuat atau tidak.
TUJUAN PEMERIKSAAN
1.   Gula Darah Puasa :
a.   Untuk evaluasi duiagnosa dan manajemen klien dengan dibetes mellitus.
b.   Untuk menjadi data penunjang berbagai diagnosa medik.
c.   Untuk mengevaluasi kedekuatan terapi.
2.   Gula Darah 2 Jam PP :
a.   Untuk mengevaluasi apakah respons insulin pada klien masih cukup adekuat terhadap pemasukan tinggi karbohidrat.
b.   Sebagai data penunjang untuk diagnosa diabetes mellitus.
c.   Untuk mengevaluasi manajeman klien dengan diabetes mellitus.

NO

TINDAKAN

BOBOT

NILAI
BOBOT
X
NILAI

KETERANGAN
I
PENGKAJIAN




2



1.   Mengkaji program/instruksi medik tentang rencana pemeriksaan gula darah.
2.   Mengkaji adanya tanda-tanda hipoglikemia / hiperglikemia.
3.   Mengkaji pengetahuan klien prosedur dan tujuan pemeriksaan gula darah sewaktu.
4.   Mengkaji obat-obat yang digunakan waktu makan dan makanan yang telah dimakan klien.

II
INTERVENSI







3



A.  Persiapan Alat :
1.   Formulir pemeriksaan gula darah dan urine (tandai pada pemeriksaan gula darah dan urine puasa dan gula darah dan urine 2 jam PP).
2.   Bila menggunakan darah vena : Tabung kimia, spuit 2 cc, kapas alkohol, plester, tourniquet, nierbeken / bengkok, handscoen bersih, dan perlak/pengalas.
3.   Bila menggunakan darah perifer : Glukometer, jarum (blood lancet), kapas alkohol, handscoen bersih, nierbeken, dan plester.
4.   Bokal / pot urine untuk pemeriksaan.

B.  Persiapan Klien :
1.   Menjelaskan kepada klien sehari sebelumnya (± pukul 20.00) akan dilakukan pemeriksaan kadar gula dalam darah dan urine untuk memastikan apakah klien menderita diabetes mellitus.
2.   Menganjurkan klien untuk puasa 6 – 7 jam (mulai ± pukul 24.00) sampai dengan pengambilan sampekl urine dan darah di pagi hari. Klien diperbolehkan hanya minum air putih saja (air yang tidak mengandung glukosa).

III
IMPLEMENTASI











3



1.  Mencuci tangan.
2.  Memakai handscoen bersih.
3.  Megambil sampel darah dan urine sebanyak 2 kali, yaitu : saat klien puasa (± pukul 06.00), dan 2 jam sesudah makan (± pukul 11.00).
4.  Mencatat jumlah urine saat pengambilan sampel urine.
5.  Pengambilan sampel darah bila menggunakan darah vena :
a.   Memilih vena yang menjadi daerah punksi.
b.   Memasang perlak/pengalas diabawah vena yang menjadi area punksi.
c.   Melakukan pembendungan vena dengan menggunakan trorniquet.
d.   Mendesinfeksi area suntukan dengan menggunakan kapas alkohol.
e.   Mengambil darah vena sebanyak 2 cc lalu bersama formulir pemeriksaan kirim specimen ke laboratorium.
6.  Bila menggunakan darah perifer :
a.   Membawa alat ke dekat klien.
b.   Memilih jari yang akan disuntik untuk pengambilan darah.
c.   Mendesinfeksi area sunt8kan dengan kapas alcohol.
d.   Menyuntik jari dengan menggunakan blood lancet lalu teteskan darah secukupnya pada stick glukometer.
e.   Baca dan catat hasil.
7.  Menutup luka suntikan dengan menggunakan kapas dan plester.
8.  Membereskan alat dan merapikan klien.
9.  Melepaskan sarung tangan.
10.   Mencuci tangan.

IV
EVALUASI



1



1.  Mengevaluasi respon serta toleransi klien sebelum, selama,  dan sesudah prosedur.
2.  Mengevaluasi hasil pemeriksaan dan laporkan bila hasil pemeriksaan abnormal.

V
DOKUMENTASI



1



1.  Mencatat respon serta toleransi klien sebelum, selama,  dan sesudah prosedur.
2.  Mencatat tanggal, waktu, hasil pemeriksaan, dan jumlah produksi urin saat pengambilan sampel.






VI
SIKAP




1.  Sistematis.
2.  Hati-hati.
3.  Berkomunikasi.
4.  Mandiri.
5.  Teliti.
6.  Tanggap terhadap respon klien.
7.  Rapih.
8.  Menjaga privacy.
9.  Sopan.
TOTAL
10



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar