Tampilkan postingan dengan label S.O.P KMB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label S.O.P KMB. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2011

(S.O.P) MEMBERIKAN TERAPI INJEKSI INSULIN ATAU INSULIN PEN


PENGERTIAN
Insulin adalah hormon yang digunakan untuk mengobati diabetes mellitus.
Actrapid Novolet : adalah insulin short acting yang dikemas dalam bentuk pulpen insulin khusus yang berisi 3 cc insulin.

TUJUAN PEMERIKSAAN
Mengontrol kadar gula darah dalam pengobatan diabetes mellitus.
PERHATIAN :
1.   Vial insulin yang tidak digunakan sebaiknya disimpan dilemari es.
2.   Periksa vial insulin tiap kali akan digunakan (misalnya : adanya perubahan warna).
3.   Pastikan jenis insulin yang akan digunakan dengan benar.
4.   Insulin dengan kerja cepat (rapid-acting insulin) harus diberikan dalam 15 menit sebelum makan. Interval waktu yang direkomendasikan antara waktu pemberian injeksi dengan waktu makan adalah 30 menit.
5.   Sebelum memberikan terapi insulin, periksa kembali hasil laboratorium (kadar gula darah).
6.   Amati tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia.
Khusus Untuk Actrapid Novolet :
1.   Actrapid Novolet yang tidak sedang digunakan harus disimpan dalam suhu 2 – 8 °C dalam lemari pendingin (tidak boleh didalam freezer).
2.   Actrapid Novolet yang sedang digunakan sebaiknya tidak disimpan dalam lemari pendingin. Actrapid Novolet dapat digunakan/dibawa oleh perawat dalam kondisi suhu ruangan (sampai dengan suhu 25 °C) selama 4 minggu.
3.   Jauh dari jangkauan anak-anak, tidak boleh terpapar dengan api, sinar matahari langsung, dan tidak boleh dibekukan.
4.   Jangan menggunakan Actrapid Novolet jika cairan didalamnya tidak berwarna jernih lagi.
5.   Kontraindikasi : Klien yang mengalami hipoglikemia dan hipersensitivitas terhadap human insulin.

NO

TINDAKAN

BOBOT

NILAI
BOBOT
X
NILAI

KETERANGAN
I
PENGKAJIAN







2



1.   Mengkaji program/instruksi medik tentang rencana pemberian terapi injeksi insulin (Prinsip 6 benar : Nama klien, obat/jenis insulin, dosis, waktu, cara pemberian, dan pendokumentasian).
2.   Mengkaji cara kerja insulin yang akan diberikan, tujuan, waktu kerja, dan masa efek puncak insulin, serta efek samping yang mungkin timbul.
3.   Mengkaji tanggal kadaluarsa insulin.
4.   Mengkaji adanya tanda dan gejala hipoglikemia atau alergi terhadap human insulin.
5.   Mengkaji riwayat medic dan riwayat alergi.
6.   Mengkaji keadekuatan jaringan adipose, amati apakah ada pengerasan atau penurunan jumlah jaringan.
7.   Mengkaji tingkat pengetahuan klien prosedur dan tujuan pemberian terapi insulin.
8.   Mengkaji obat-obat yang digunakan waktu makan dan makanan yang telah dimakan klien.

II
INTERVENSI





3



A.   Persiapan Alat :
1.   Spuit insulin / insulin pen (Actrapid Novolet).
2.   Vial insulin.
3.   Kapas + alkohol / alcohol swab.
4.   Handscoen bersih.
5.   Daftar / formulir obat klien.
B.  Persiapan Klien :
1.   Menjelaskan kepada klien tentang persiapan dan tujuan prosedur pemberian injeksi insulin.
2.   Menutup sampiran (kalau perlu).

III
IMPLEMENTASI











3



1.  Mencuci tangan.
2.  Memakai handscoen bersih.
3.  Megambil vial insulin dan aspirasi sebanyak dosis yang diperlukan untuk klien (berdasarkan daftar obat klien/instruksi medik).
4.  Memilih lokasi suntikan. Periksa apakah dipermukaan kulitnya terdapat kebiruan, inflamasi, atau edema.
5.  Melakukan rotasi tempat/lokasi penyuntikan insulin. Lihat catatan perawat sebelumnya.
6.  Mendesinfeksi area penyuntikan dengan kapas alcohol/alcohol swab, dimulai dari bagian tengah secara sirkuler ± 5 cm.
7.  Mencubit kulit tempat area penyuntikan pada klien yang kurus dan regangkan kulit pada klien yang gemuk dengan tangan yang tidak dominan.
8.  Menyuntikkan insulin secara subcutan dengan tangan yang domin secara lembut dan perlahan.
9.  Mencabut jarum dengan cepat, tidak boleh di massage, hanya dilalukan penekanan pada area penyuntikan dengan menggunakan kapas alkohol.
10.   Membuang spuit ke tempat yang telah ditentukan dalam keadaan jarum yang sudah tertutup dengan tutupnya.

Khusus Insulin Pen (Actrapid Novolet) :
1.  Memeriksa apakah Novolet berisi tipe insulin yang sesuai dengan kebutuhan.
2.  Mengganti jarum pada insulin pen dengan jarum yang baru.
3.  Memasang cap Novolet sehingga angka nol (0) terletak sejajar dengan indikator dosis.
4.  Memegang novolet secara horizontal dan menggerakkan insulin pen (bagian cap) sesuai dosis yang telah ditentukan sehingga indicator dosis sejajar dengan jumlah dosis insulin yang akan diberikan kepada klien.
Skala pada cap : 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18 unit (setiap rasa ”klik” yang dirasakan perawat saatb memutar cap Novolet menandakan 2 unit insulin telah tersedia).
11.   Merapikan klien dan peralatan.
12.   Melepaskan handscoen dan mencuci tangan.


IV
EVALUASI



1



1.  Mengevaluasi respon klien terhadap medikasi yang diberikan 30 menit setelah injeksi insulin dilakukan.
2.  Mengobservasi tanda dan gejala adanya efek samping pada klien.
3.  Menginspeksi tempat penyuntikan dan mengamati apakah terjadi pembengkakan atau hematoma.



V
DOKUMENTASI


1



1.  Mencatat respon klien setelah pemebrian injeksi insulin.
2.  Mencatat kondisi tempat tusukan injeksi insulin.
3.  Mencatat tanggal dan waktu pemberin injeksi insulin.

VI
SIKAP




1.  Sistematis.
2.  Hati-hati.
3.  Berkomunikasi.
4.  Mandiri.
5.  Teliti.
6.  Tanggap terhadap respon klien.
7.  Rapih.
8.  Menjaga privacy.
9.  Sopan.
TOTAL
10





(S.O.P) PEMERIKSAAN GULA DARAH KURVA HARIAN (KH)


PENGERTIAN
Kurva Harian adalah serangkaian tindakan untuk proses pemeriksaan kadar gula darah klien sebanyak 3 kali dalam sehari pada waktu-waktu yang telah ditentukan.

TUJUAN PEMERIKSAAN
1.   Mengetahui kadar glukosa dalam darah dan urine pada klien yang sudah pasti menderita diabetes mellitus.
2.   Untuk memantau efektifitas terapi antihiperglikemia yang telah diberikan.
3.   Pemantauan ini mungkin dilakukan selama klien dirawat yaitu 1 – 2 kali seminggu.







NO

TINDAKAN

BOBOT

NILAI
BOBOT
X
NILAI

KETERANGAN
I
PENGKAJIAN



2



1.   Mengkaji program/instruksi medik tentang rencana pemeriksaan gula darah.
2.   Mengkaji adanya tanda-tanda hipoglikemia / hiperglikemia.
3.   Mengkaji pengetahuan klien prosedur dan tujuan pemeriksaan gula darah sewaktu.
4.   Mengkaji obat-obat yang digunakan waktu makan dan makanan yang telah dimakan klien.

II
INTERVENSI









3



A.   Persiapan Alat :
1.   Formulir pemeriksaan gula darah dan urine (tandai pada pemeriksaan gula darah dan urine KH).
2.   Bila menggunakan darah vena : Tabung kimia, spuit 2 cc, kapas alkohol, plester, tourniquet, nierbeken / bengkok, handscoen bersih, dan perlak/pengalas.
3.   Bila menggunakan darah perifer : Glukometer, jarum (blood lancet), kapas alkohol, handscoen bersih, nierbeken, dan plester.
4.   Bokal / pot urine untuk sampel pemeriksaan.
B.  Persiapan Klien :
1.   Menjelaskan kepada klien tentang persiapan dan tujuan prosedur.
2.   Menganjurkan klien untuk puasa malam hari 6 – 8 jam sebelum pengambilan sampel, tetapi boleh minum air putih(air yang tidak mengandung glukosa).








III
IMPLEMENTASI











3



1.  Mencuci tangan.
2.  Memakai handscoen bersih.
3.  Megambil sampel darah dan urine sebanyak 3 kali, yaitu : saat klien puasa (± pukul 06.00), 2 jam sesudah klien makan (± pukul 11.00) dan pukul 16.00.
4.  Mencatat jumlah urine saat pengambilan sampel urine.
5.  Pengambilan sampel darah bila menggunakan darah vena :
a.   Memilih vena yang menjadi daerah punksi.
b.   Memasang perlak/pengalas diabawah vena yang menjadi area punksi.
c.   Melakukan pembendungan vena dengan menggunakan trorniquet.
d.   Mendesinfeksi area suntukan dengan menggunakan kapas alkohol.
e.   Mengambil darah vena sebanyak 2 cc lalu bersama formulir pemeriksaan kirim spesimen ke laboratorium.
6.  Bila menggunakan darah perifer :
a.   Membawa alat ke dekat klien.
b.   Memilih jari yang akan disuntik untuk pengambilan darah.
c.   Mendesinfeksi area sunt8kan dengan kapas alkohol.
d.   Menyuntik jari dengan menggunakan blood lancet lalu teteskan darah secukupnya pada stick glukometer.
e.   Baca dan catat hasil.
7.  Menutup luka suntikan dengan menggunakan kapas dan plester.
8.  Membereskan alat dan merapikan klien.
9.  Melepaskan sarung tangan.
10.   Mencuci tangan.

IV
EVALUASI



1



1.  Mengevaluasi respon serta toleransi klien sebelum, selama,  dan sesudah prosedur.
2.  Mengevaluasi hasil pemeriksaan dan laporkan bila hasil pemeriksaan abnormal.

V
DOKUMENTASI



1



1.   Mencatat respon serta toleransi klien sebelum, selama, dan sesudah prosedur.
2.  Mencatat tanggal, waktu, hasil pemeriksaan, dan jumlah produksi urin saat pengambilan sampel.

VI
SIKAP




1.  Sistematis.
2.  Hati-hati.
3.  Berkomunikasi.
4.  Mandiri.
5.  Teliti.
6.  Tanggap terhadap respon klien.
7.  Rapih.
8.  Menjaga privacy.
9.  Sopan.

TOTAL
10